
Dengan adanya pembaharuan dalam sistem perpajakan global, Indonesia memiliki kesempatan untuk meraih potensi pendapatan yang signifikan. Wakil Menteri Keuangan II, Thomas Djiwandono, menekankan bahwa penerapan pajak minimum global dapat memberikan kontribusi penerimaan pajak antara Rp 3,8 triliun hingga Rp 8,8 triliun. Ini terutama berasal dari pajak tambahan minimum domestik yang memenuhi syarat.
Tantangan dan Peluang
“Reformasi pajak ini diperlukan untuk menghadapi tantangan dari globalisasi dan digitalisasi, sekaligus menjaga daya tarik Indonesia sebagai tujuan investasi,” ungkap Thomas dalam International Tax Forum 2024 yang berlangsung pada 24 September. Langkah ini menuntut perubahan menyeluruh dalam kebijakan perpajakan domestik untuk diselaraskan dengan standar global, sehingga Indonesia tetap kompetitif.
Rencana Tindakan
Dalam upaya mewujudkan penerapan pajak minimum global ini, Indonesia harus melakukan penyesuaian sistem perpajakannya. Pada 19 September 2024, Indonesia bersama negara-negara lain menandatangani Multilateral Instrument (MLI) STTR, sebagai sinyal bahwa dunia mengakui pentingnya solusi Pilar Dua.
“Dengan menyelaraskan peraturan pajak, kita ingin mencegah pengalihan laba dan erosi basis pajak, sambil tetap menarik bagi investor,” tambah Thomas. Pemutakhiran ini diharapkan dapat meningkatkan kontribusi pajak dari perusahaan multinasional, memastikan bahwa mereka memberikan kontribusi yang adil terhadap pendapatan negara.
Dampak bagi Keuangan Negara
Penerapan pajak minimum sebesar 15% bagi perusahaan multinasional dengan pendapatan di atas EUR 750 akan berimplikasi pada pengumpulan pendapatan domestik. Hal ini penting untuk mendanai pelayanan publik, infrastruktur, dan fungsi-fungsi penting lainnya dari pemerintah.
Kepatuhan terhadap Pilar Dua: Global Anti Base Erosion (GloBE) menjamin bahwa jika tarif pajak yang dibayar tidak mencapai 15%, yurisdiksi tempat entitas orang tua berada akan berhak untuk mengenakan pajak tambahan pada laba yang kurang dipajaki.
Penutup
Dengan potensi pendapatan yang signifikan dari penerapan pajak minimum global, Indonesia diharapkan mampu meningkatkan keuangan negara. Upaya ini tidak hanya akan menguntungkan perekonomian tetapi juga mendukung pembangunan infrastruktur dan layanan publik yang lebih baik.
Damara Consulting
Damara Consulting adalah konsultan manajemen yang menawarkan layanan perpajakan dan telah melayani berbagai klien di Indonesia serta Asia Tenggara. Dapatkan konsultasi gratis untuk memahami kebutuhan perpajakan Anda dengan menghubungi kami di tautan berikut atau menghubungi konsultan kami.
